empty
 
 
12.02.2026 02:23 PM
Rangkuman Berita Pasar AS untuk 12 Februari

Rasa takut kembali ke pasar saham AS setelah data penjualan ritel yang suram

This image is no longer relevant

Data penjualan ritel AS yang lemah kembali memicu kekhawatiran tentang kondisi perekonomian dan mendorong para investor keluar dari saham sektor jasa keuangan. Hal ini memicu penurunan pada S&P 500, meskipun para optimis menegaskan bahwa ini hanyalah rotasi aset yang normal.

Sementara itu, aktivitas pasar mencetak rekor: rata-rata nilai transaksi harian pada Januari mencapai $1,03 triliun — 50% lebih tinggi dibandingkan setahun sebelumnya — dan perputaran saham menyentuh rekor 19 miliar saham per hari. Terlepas dari sinyal peringatan dari lemahnya penjualan ritel Desember, analis UBS masih memproyeksikan S&P 500 akan mencapai 7.300 pada Juni dan 7.700 pada Desember, dengan bertaruh pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan laba korporasi yang kuat. Ikuti tautan untuk detailnya.

Saham bank besar anjlok, menekan kinerja S&P 500 secara luas

This image is no longer relevant

Ketidakpastian mendominasi pasar saham: optimisme sebelumnya terhadap sektor AI kini berubah menjadi kegelisahan. Para investor khawatir teknologi baru dapat menggantikan seluruh industri dan mulai menjual saham perusahaan jasa keuangan dan layanan digital. Bank-bank besar juga berada di bawah tekanan. Saham Bank of America, JP Morgan, dan Citigroup turun lebih dari 2%, sehingga meningkatkan volatilitas di S&P 500.

Meskipun pasar tenaga kerja AS menunjukkan kekuatan — jumlah pekerjaan meningkat, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,3% — perkembangan ini justru merugikan pasar saham. Harapan akan pemangkasan suku bunga Fed yang cepat memudar: probabilitas pelonggaran pada bulan April turun dari 42% menjadi 22%. Kabar "baik" seperti ini kini dibaca secara negatif — para investor khawatir siklus penurunan suku bunga akan tertunda dan pasar akan dibiarkan tanpa dukungan kebijakan. Ikuti tautan ini untuk informasi lebih lanjut.

AS menambah 130 ribu pekerjaan pada Januari 2026, dolar menguat

This image is no longer relevant

Pada Januari 2026, perekonomian AS menambah 130 ribu pekerjaan nonpertanian, sekitar dua kali lipat dari konsensus dan beberapa kali lebih besar dibandingkan angka Desember. Lonjakan ini merupakan yang terbesar sejak akhir 2024 dan sangat kontras dengan revisi turun terhadap data 2025. Data terbaru tersebut secara signifikan menguatkan dolar dan menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Dampaknya diperkuat oleh keputusan The Fed untuk menghentikan sementara penurunan suku bunga dan oleh keterlambatan publikasi laporan akibat penutupan sebagian pemerintahan. Rilis Januari besamaan dengan revisi tahunan dari Biro Statistik Ketenagakerjaan dan menjadi sinyal makro yang penting berlawanan dengan perlambatan sebelumnya yang tercermin dalam indikator akhir 2025 — aktivitas yang lebih lemah dan penurunan lowongan kerja. Ikuti tautan ini untuk detail lebih lanjut.

Andreeva Natalya,
Pakar analisis InstaForex
© 2007-2026
Ringkasan
Urgensi
Analitik
Andreeva Natalya
Mulai berdagang
Dapatkan keuntungan dari perubahan nilai mata uang kripto dengan InstaForex.
Unduh MetaTrader 4 dan buka perdagangan pertama Anda.
  • Grand Choice
    Contest by
    InstaForex
    InstaForex always strives to help you
    fulfill your biggest dreams.
    GABUNG KONTES
  • Chancy Deposit
    Isi akun Anda sebesar $3000 dan dapatkan $1000 lebih banyak!
    Pada Februari kami mengundi $1000 dalam promo Chancy Deposit!
    Dapatkan kesempatan untuk menang dengan melakukan deposit sebesar $3000 pada akun trading Anda. Setelah memenuhi persyaratan ini, Anda telah menjadi partisipan promo.
    GABUNG KONTES
  • Trade Wise, Win Device
    Top up akun anda dengan dana minimal $500, daftar kontes, dan dapatkan peluang untuk memenangkan perangkat seluler.
    GABUNG KONTES
  • 30% Bonus
    Raih bonus 30% setiap kali anda top up
    DAPATKAN BONUS

Artikel yang direkomendasikan

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.
Widget callback