Pasangan mata uang GBP/USD bergerak cukup tenang pada hari Senin, meskipun pada paruh kedua hari para trader teringat bahwa sudah saatnya kembali aktif melakukan trading. Namun, alih-alih penguatan dolar AS seperti yang diharapkan dalam kondisi saat ini, justru poundsterling yang menguat. Penjelasannya cukup jelas: faktor geopolitik tidak lagi menjadi faktor kunci bagi pasar. Perang di Timur Tengah adalah satu-satunya alasan mengapa dolar menguat dalam dua bulan terakhir, tetapi kami sudah berulang kali mengingatkan bahwa pasar tidak mungkin terus-menerus membeli dolar hanya dengan bertumpu pada faktor ini sambil mengabaikan faktor lain. Tren naik tahun 2022 tetap terjaga, dan tren naik tahun 2025 juga masih bertahan. Sebagian besar faktor fundamental dan makroekonomi masih sangat negatif bagi dolar. Oleh karena itu, kami tetap memperkirakan pasangan GBP/USD akan menguat pada 2026.
Perlukah kita mengantisipasi penguatan baru dolar AS jika perang di Timur Tengah kembali berkobar? Kemungkinan besar ya, tetapi pergerakan tersebut tidak akan membentuk tren yang berkelanjutan. Kini, kenaikan seperti itu cenderung hanya akan berupa episode terpisah. Tentu saja, perang bisa saja meluas ke luar kawasan Timur Tengah (kemungkinan hal ini tidak dapat dikesampingkan), Selat Bab-al-Mandab bisa saja diblokade (yang akan makin memperburuk situasi pasokan minyak dan gas), dan para pelaku pasar akan kembali lari dari aset berisiko. Namun, jika situasinya bertahan seperti sekarang, tidak ada alasan baru bagi dolar AS untuk kembali menguat. Semua pihak yang ingin melindungi aset mereka dari risiko sudah melakukannya.
Perlukah kita menunggu pasar kembali fokus menganalisis peristiwa makroekonomi dan fundamental? Kemungkinan besar iya. Namun, jika pengaruh faktor geopolitik perlahan melemah, dampak faktor makroekonomi dan fundamental akan meningkat secara proporsional. Karena itu, dalam waktu dekat kita mungkin akan melihat banyak pergerakan yang sekilas tampak tidak logis. Misalnya, pada hari Jumat pasar membeli dolar setelah pengumuman pembukaan Selat Hormuz, namun pada hari Senin, serangkaian berita geopolitik negatif justru mendorong pasar untuk menjual dolar. Terlalu banyak faktor saling bertentangan yang saat ini memengaruhi sentimen pelaku pasar, sementara arus berita geopolitik terus berubah arah.
Perlu dicatat bahwa pada hari Senin tidak ada peristiwa penting di dunia yang tidak terkait dengan geopolitik. Pada hari Rabu, AS dan Iran bisa saja kembali terlibat perang, dan pihak lain dalam konflik berpeluang ikut terseret. Dari sudut pandang teknikal, pasangan GBP/USD perlu menembus garis Senkou Span B pada time frame harian agar bisa benar-benar diharapkan melanjutkan tren naik. Garis inilah yang memicu koreksi turun kecil terakhir. Pada time frame 4 jam, tren naik masih terjaga, dan hari ini beberapa laporan penting akan dirilis di AS dan Inggris yang akan menunjukkan apakah pasar siap kembali fokus menganalisis faktor-faktor ekonomi.

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama 5 hari trading terakhir per 21 April adalah 74 pip, yang dikategorikan sebagai "rata-rata." Oleh karena itu, pada Selasa, 21 April, kami memperkirakan pergerakan dalam kisaran yang dibatasi oleh 1,3462 dan 1,3610. Kanal regresi linier bagian atas telah berbalik arah ke bawah, yang mengindikasikan perubahan tren. Indikator CCI telah memasuki area overbought dan membentuk divergensi "bearish", yang memberi sinyal potensi koreksi turun. Divergensi "bullish" mengindikasikan pembalikan tren.
Level Support Terdekat:
- S1 – 1,3489
- S2 – 1,3428
- S3 – 1,3367
Level Resistance Terdekat:
- R1 – 1,3550
- R2 – 1,3611
- R3 – 1,3672
Rekomendasi Trading:
Pasangan GBP/USD terus mengalami pemulihan setelah dua "bulan geopolitik." Kebijakan Donald Trump akan terus menekan perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan penguatan mata uang AS pada 2026. Dengan demikian, posisi beli dengan target 1,3916 dan lebih tinggi tetap relevan selama harga berada di atas moving average. Jika harga berada di bawah garis moving average, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target 1,3428 dan 1,3367 berdasarkan faktor geopolitik. Dalam beberapa bulan terakhir, hampir semua berita dan peristiwa berbalik melawan pound Inggris, sehingga memperpanjang tren turun. Namun, geopolitik tidak lagi mendukung dolar, dan pound kini bergerak dengan lebih leluasa.
Penjelasan Ilustrasi:
Saluran regresi linier membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya menuju ke arah yang sama, berarti tren sedang kuat;
Garis rata-rata pergerakan (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diambil dalam aktivitas trading saat ini;
Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi;
Level volatilitas (garis merah) menunjukkan perkiraan kanal harga yang kemungkinan akan menjadi area pergerakan pasangan ini pada hari berikutnya, berdasarkan pembacaan volatilitas saat ini;
Indikator CCI – ketika memasuki area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250) mengindikasikan bahwa pembalikan tren ke arah sebaliknya mungkin sudah dekat.